Jumat, 19 Juli 2013

Sebelas Patriot



Judul: Sebelas Patriot
Penulis: Andrea Hirata
Editor: Imam Risdiyanto, Ditta Sekar Campaka
Penerbit: Bentang Pustaka, Juni 2011
Tebal: 108 Hal
ISBN: 978-602-8811-52-1

I. TENTANG NOVEL
Cerita dalam novel ini menceritakan tentang masa kecil Ikal yang tidak lain adalah Andrea Hirata sendiri. Pada masa itu di Pulau Belitong kaya akan hasil tambang. Dibalik semua kekayaan Pulau Belitong Ikal menaruh sikap curiga terhadap Ayahnya yang jarang sekali berbicara. Dan pada suatu ketika Dia menemukan foto misterius di album foto Ibunya. Dalam foto itu terdapat seseorang yang sedang memegang sebuah piala. Karena di hantui rasa penasaran, Dia pun memutuskan mencari tahu siapa orang yang berada dalam foto itu pada sahabat seangkatan Ayahnya, seorang Pemburu tua.

Setelah di ceritakan oleh Sang Pemburu tua, dia tahu bahwa ayahnya adalah seorang pesepak bola berbakat bersama paman-pamanya. Namun kejayaan tiga bersaudara itu tak berlangsung lama. Dikarenakan Val Holden melakukan diskriminatif dan kekejaman penjajah kepada olahragawan lokal.

Dan pada suatu hari. Sebelas Patriot atau tim tiga bersaudara itu melawan tim dari Belanda. Dan tim tiga bersaudara mau tidak mau harus mengalah. Jika tidak, mereka akan di bawa ke tangsi dan hajar. Namun tiga bersaudara itu tidak menghiraukan kata Belanda. Mereka menggempur habis-habisan pertahanan Belanda. Dan akhirnya Si Bungsu, Ayahnya, berhasil mencetak gol. Dan tidak ada tambahan gol lagi. Alhasil tim tiga bersaudara pun menang dan mendapatkan piala itu.

 

Ayahnya saat mengangkat piala
Ayahnya pada saat mendapatkan piala
Belanda pun gerang dengan tiga bersaudara itu. Akhirnya Pelatih Amin dan tiga saudara tersebut diangkut ke Tangsi. Dikurung selama seminggu. Ayahnya pulang dengan tempurung kaki kiri hancur. Dan dipastikan tidak bisa bermain sepak bola lagi. Padahal usianya masih tujuh belas tahun.

Setelah itu semua kecurigaan terhadap ayahnya terjawab sudah. Kenapa ayahnya jarang bicara? Kenapa jalannya sedikit aneh? Kemudian dia betekad untuk meneruskan perjuangan ayahnya menjadi pemain PSSI.
Namun langkahnya untuk menjadi Pemain PSSI terhenti pada saat menjalani seleksi di Palembang. Ikal tidak lolos. Padahal jika dia lolos dalam seleksi itu, dia akan menjadi pemain Junior PSSI. Namun kecintaannya terhadap PSSI tetap sama, atau semakin cinta, setelah mendengar ucapan ayahnya, “Prestasi tertinggi seseorang, medali emasnya, adalah jiwa besarnya”.

Setelah dewasa, dia berniat untuk membelikan kostum milik Luis Figo, pemain favorit ayahnya. Dia pun pergi ke markas klub Real Madrid, Santiago Bernabeu, Spanyol. Sejenak, harapan untuk mendapatkan kostum milik Luis Figo beserta tanda tangan aslinya pun pupus, dikarenakan uang yang dia miliki kurang. Dia pun bekerja serabutan, siang-malam seperti yang biasa backpaker lakukan. Setelah bekerja beberapa hari, akhirnya uang untuk membeli kostum itu pun ia dapatkan. Dengan gembira dia pun berhasil mendapatkan kostum tersebut. Dan dia juga mendapat kesempatan menonton pertandingan Real Madrid vs Valencia langsung bersama Adriana, penjaga toko resmi Real Madrid.

II. KARIER PENULIS
Sebelas Patriot adalah novel ketujuh Andrea Hirata yang berbaha Indonesia. Sebelumnya Dia juga sudah mempunyai novel-nevel best seller. Sebut saja Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, dan Cinta Dalam Gelas. Novel novel tersebut telah di terjemahkan ke dalam 24 bahasa asing. Dan beberapa novel telah di filmkan. Seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan baru-baru ini Edensor kabarnya telah di filmkan.

III. KELEBIHAN
Novel ini di kemas secara ringan dan kekentalan sastra yang mudah untuk di pahami pesannya oleh para pembaca. Selain itu sampul bukunya juga terbilang cukup menarik. Di dalam buku ini juga dilengkapi oleh CD musik Indonesia Aku Datang. Dan lagu-lagu di dalamnya di tulis sendiri oleh Andrea Hirata.

IV. KEKURANGAN
Menurut saya sendiri. Novelnya terlalu tipis. *kau ini!*

V. PESAN BUKU
Di dalam novel Sebelas Patriot ini memberi pesan atau amanat untuk mencintai sepak bola sendiri, meskipun jika dibandingkan dengan sepak bola asing sepak bola dalam negeri masih jauh tingkatannya. Di sarankan untuk pemuda Indonesia, pecinta sepak bola khusunya, untuk memajukan Sepak bola Indonesia.

VI. QUOTE
~Prestasi tertinggi seseorang, medali emasnya, adalah jiwa besarnya.”

~”Begitu besar cinta, begitu singkat waktu, begitu besar kecewa, lalu tak ada hal selain menunggu pertandingan berikutnya, lalu bergenbira lagi. Sepak bola adalah satu-satunya cinta yang tak bersyarat di Dunia ini.”

~ “Jika ada hal lain yang sangat menakjubkan di dunia ini selain cinta adalah sepakbola.”