Sabtu, 13 Juli 2013

Selalu Ada Kapal untuk Pulang



Judul: Selalu Ada Kapal untuk Pulang                                  
Penulis: Randu Alamsyah
Editor: Muhajjah
Penerbit: Divapress, 2013
Tebal: 271 Hal
ISBN: 978-602-7641-22-8
  

Sesederhana Apa pun,KejarlahMimpimu...

 Buku kedua karya Randu Alamsyah setelah Jazirah Cinta(Zaman Imprint Serambi, 2008) ini adalah sebuah buku yang menurut saya termasuk dalam buku atau novel yang inspiratif. Dalam hal ini menceritakan tentang ketekunan seseorang untuk dapat mewujudkan impiannya.
Sekarang kita masuk ke dalam buku ini.
Dalam buku ini ada dua tokoh utama yang bersahabat, Poy dan Apin. Dua sahabat ini berasal dari sebuah desa kecil di kota Gorontalo yang jauh akan hirup pikup keramain kota, desa Manangun namanya. Mereka berdua  memutuskan pergi ke kota untuk dapat mewujudkan cita-cita mereka sebagai seorang guru.

Pada suatu ketika Poy pergi meninggalkan Apin untuk pergi ke kota kecil bernama Luwuk dan mengabdi di sebuah pesantren. Selama di pesantren dia menjadi seorang ustadz. Aku bisa menjadi guru sekarang. Tanpa keluar biaya kuliah. Tanpa demo, pikirnya pada saat di tawari untuk mengajar di pesantren tersebut.

8 tahun kemudian mereka berdua bertemu kembali. Apin sudah sukses. Tapi di sebagai seorang guru, tapi menjadi anggota dewan di Gorontalo. Bagaimana dengan Poy? Dia menjadi guru ngaji di sebuah masjid kedil di Sulawesi Tengah.

Setelah pertemuan itu Apin membujuk sahabatnya itu kembali pulang ke rumahnya. Tetapi Poy masih belum ingin pulang, masih banyak hal yang ingin dia lakukan di sana, sebagai guru ngaji. Padahal Apin dengan mudahnya dapat menjadikannya sebagai guru negeri di Kampung halaman mereka. Karena Apin seorang anggota dewan. Apin pun pulang sendirian, tanpa Poy.

Setelah merasa tugasnya di tempat itu selesai Poy memutuskan untuk segera pulang menemui keluarganya di Gorontalo.

"Dari jauh, sebuah titik bergerak ke arahnya. Selalu ada harapan. Selalu ada kapal untuk pulang. Lengkingan sirine kapal menyayat sunyinya senja. Poy merapatkan jaketnya dan melangkah. Tanpa air mata.