Minggu, 11 Januari 2015

[Review] The Lost World



Waktu itu saya sedang jalan-jalan ke sebuah tempat yang menjual buku-buku bekas, letaknya di Jl. Semarang, Surabaya. Kampung ilmu adalah nama dari tempat itu. Tujuan utama saya ke sana adalah untuk mencari buku soal-soal ujian, dan saya kira di tempat ini saya kan mendapatkannya dengan harga yang murah, walaupun bekas. Selanjutnya, saya berkeliling dan melihat beberapa kios yang sebagian baru saja membuka lapaknya. Pada salah satu kios, saya berhenti. Bukan buku latihan soal yang ada, melainkan sebuah buku yang bersampulkan gambar Dinosaurus. Dan yang lebih mengejutkan lagi, penulis dari buku itu adalah Sir Arthur Conan Doyle. Namanya tertulis cukup besar dan sangat jelas.

Yang saya ketahui, Sir Arthur Conan Doyle adalah seorang penulis yang tenar karena serial Sherlock Holmes yang ditulisnya. Hanya itu saja, maka, ketika saya melihat dia menulis cerita lain selain Sherlock Holmes, saya penasaran. Buku yang sedang kita bicarakan adalah The Lost World--Dunia Yang Hilang. Seperti ditempat penjualan buku bekas lainnya, kebanyakan buku yang ada sudah tak terbungkus lagi, dan hal ini sangat menguntungkan dalam pertimbangan sebelum membeli, karena kita dapat melihat kondisi fisik buku ataupun cerita yang ada di dalamnya.

Hal yang pertama kali saya lakukan adalah membaca sinopsis yang ada di belakang buku ini. Sebuah kisah petualangan, dan kita dapat membaca di sampul depan buku ini kalimat "Cerita Petualangan Terbaik Sepanjang Masa." Berbekal nama besar Sir Arthur Conan Doyle dan hasutan kalimat tersebut akhirnya saya memutuskan membeli buku ini. Tentunya dengan harga yang sangat murah menurut saya. Walaupun buku bekas, kondisinya masih seperti baru, hanya saja ada sedikit noda di sebagian halaman.



Saya tidak langsung membacanya, karena waktu itu saya akan mengadapi ujian. Jika saya memaksa, kemungkinan saya malah tidak konsentrasi, entah dalam belajar maupun membaca novel ini. Karenanya, saya menunda untuk membaca novel ini. Dan beberapa hari yang lalu saya baru menyelesaikannya. Dan berikut adalah ulasan saya mengenai novel ini:


Judul: The Lost World, Dunia Yanng Hilang
Penulis: Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit: IndoLiterasi
Jumlah: 304 halaman
Penerjemah: An Ismanto
Cetakan: I, 2013
ISBN: 978-602-7900-06-6

Sama halnya ketika Doyle menulis cerita Sherlock Holmes, dalam novel ini juga ia tidak menjadi sang peran utama, melainkan sebagai seorang pelapor kejadian. Jika dalam Sherlock ia menggunakan suara Dr. Watson, dalam novel ini ia bersuara dalam tubuh seorang wartawan muda dari Daily Gazette, Edward Malone. Tapi, Ed Malone adalah salah satu faktor penting yang nantinya membuat petualangan bermula.

Karena ingin mendapatkan cintanya, ia harus mencari sebuah tantangan yang membuatnya semakin kuat dan tangguh. Dan ia pun meminta kepada bosnya Tuan McArdle untuk mengirimnya berpetualang. Atas saran bosnya, ia bertemu dengan Pofesor Challenger, yang mana adalah tokoh utama dalam novel ini. Dia adalah seorang ilmuwan yang gila menurut orang-orang, karena ia mengatakan bahwa ia telah menemukan Dunia Yang Hilang. Ed Malone pun ikut dengannya untuk membuktikan kebenaran atas yang disampaikan oleh Prof. Challenger.

Dalam pertemuan antar Ilmuwan, Profesor mengatakan hal itu dan tak satupun hadirin yang percaya. Dan ia ingin membutkikan bahwa yang dikatakannya adalah benar, oleh karena itu ia mengajak beberapa orang untuk pergi bersamanya ke Dunia Yang Hilang.

Akhirnya, ada tiga orang yang ikut dalam ekspedi itu. Ed Malone, yang dari awal ingin melakukan ekspedisi itu; John Lord Roxton, seorang petualang yang juga pernah pergi ke daerah-daerah di Amazon dan Profesor Summerlee, ilmuwan skeptis dan salah satu otang yang percaya bahwa Profsor Challenger adalah seorang pembohong yang telah mengatakan bahwa ia menemukan Dunia Yang Hilang dimana masih ada kehidupan hewan prasejaah di sana.

Petualangan membawa mereka berempat jauh ke dalam hutan Amazon, yang mana jarang orang yang pernah menginjakkan kakinya di sana. Yang saya suka adalah deksripsi yang sangat jelas dan rinci oleh Doyle sebagai Ed Malone yang pada dasarnya adalah seorang jurnalis. Mil demi mil perjalanan ia catat. Jujur, saya tak pernah ke hutan tapi karena deksripsi dari sang penulis yang bagus, saya dapat membayangkan dan merasakan apa yang sedang para tokoh rasakan. Lebih dari itu, ia juga menyebutkan beberapa nama latin yang aneh di telinga saya. Tapi setelah itu ia menjelaskan ciri-ciri khusus dari tumbuhan maupun binatang yang disebutkannya.

Bagaimana mungkin hewan seperti Pterodactyl masih hidup? Apa memang benar ada Manusia Kera yang memiliki mata yang menyeramkan? Dimana letak sebenarnya Dunia Yang HIlang itu? Bagiamana dengan Suku Indian, apa mereka masih ada?

Itulah beberapa pertanyaan yang dapat mengusik pikiran kita. Dan setelah membaca cerita ini, walaupun hanya fiksi belaka, kita merasakan bahwa mungkin saja cerita ini benar. Bahwa masih ada jenis Dinosaurus yang masih hidup dan Manusia Kera masih berkeliaran di Hutan Amazon.
Jarang saya merasa masuk kedalam ceritayang sedang saya baca, tapi  novel ini memiliki daya tarik yang besar. Sehingga saya harus berusaha membuka mata saya, karena waktu itu menunjukkan pukul 23:00, dan saya rasa saya akan menyesal jika saya tak mengakhiri cerita ini malam itu juga.

Jika saya boleh jujur, saya rasa, kalimat tadi yang ada didepan sampul adalah benar, bahwa ini adalah cerita petuanlangan terbaik sepanjang masa. Dan jika kau meragukan sesuatu, maka kau harus membuktikannya. Maka saya sangat menyarankan anda untuk membaca novel ini. Tapi kabar buruknya, buku yang saya miliki adlah cetakan pertama dan terbit 2013, maka jika anda sekarang pergi ke toko buku, besar kemungkinan bahwa novel ini sudah tidak ada, tapi tidak jika sang penerbit mencetak ulang novel ini. Bagaimanapun, saya harap sebelum anda meninggal, anda harus sempat membaca novel ini.