Minggu, 24 Juli 2016

[Review] The Curious Cases of Sherlock Holmes




Judul: The Curious Cases of Sherlock Holmes
Penulis: Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit: Visimedia
Tebal: 302 Halaman
Cetakan: Pertama, November 2012
ISBN: 979-065-108-2
Rating: 6/10

Saya tahu beberapa judul buku yang telah ditulis oleh Sir Arhur Conan Doyle, kebanyakan mengenai sang detektif, dan saya baru tahu kalau ia juga menulis buku berjudul The Curious Cases of Sherlock Holmes ketika saya pergi ke toko buku bekas. Aneh. Sebelumnya saya tak pernah mendengar apapun mengenai buku tersebut. Tapi, setelah saya cari tahu, ternyata buku ini tidak dirangkai olehnya. Maksud saya, benar jika ia yang menulis seluruh kisah di dalamnya, hanya saja, kisah-kisah itu berada di buku miliknya yang lain dan penerbit Visimedia mengumpulkan cerita-cerita yang unik dan aneh kemudian mencetaknya dalam satu buku utuh.


Semoga kalian paham dengan yang saya maksud.

Dalam buku ini ada tujuh cerita yang diambil dari buku Arthur lainnya, dan yang membuat mereka menjadi satu buku adalah kemiripan kasus yang dihadapi oleh Sherlock Holmes. Jika kebanyakan cerita detektif bermula ketika seseorang mati, seakan-akan seharusnya begitu, namun di buku ini kita akan menemukan cerita-cerita yang unik. Dan itulah kenapa buku ini diberi judul The Curious Cases of Sherlock Holmes.
Tujuh cerita tersebut adalah


  • ·         The Adventure of the Engineer’s Thumb (Diambil dari The Adventures of Sherlock Holmes

  • ·         The Adventure of Yellow Face (Diambil dari The Memoirs of Sherlock Holmes)

  • ·         The Adventure of Gloria Scott (Diambil dari The Memoirs of Sherlock Holmes)


  • ·         The Adventure of Three Garridebs (Diambil dari The Case Book of Sherlock Holmes)

  • ·         The Adventure of Creeping Man (Diambil dari The Case Book of Sherlock Holmes)

  • ·         The Adventure of The Lion’s Mane (Diambil dari The Case Book of Sherlock Holmes)

Saya tidak ingin membocorkan setiap cerita, karena itu dapat mengurangi kesenangan sampeyan ketika membacanya. Yang bisa saya bilang adalah tujuh cerita tersebut memiliki keunggulan masing masing. Semuanya unik dan tidak akan mengecewakan.

Jika biasanya cerita-cerita Sherlock Holmes ditulis menggunakan sudut pandang teman koleganya, Dr. Watson, di salah satu cerita Holmes menuturkan sendiri penyelidikannya. Tepatnya pada cerita The Adventure of The Lion’s Mane atau petualangan rambut singa.

Di awal-awal buku saya sempat dibuat kebingungan ketika membaca cerita The Adventure of the Engineer’s Thumb atau Kasus Jempol Sang Teknisi. Namun, setelah saya baca berulang kali akhirnya saya paham. Masalahnya terletak pada tanda petik. Jadi ada seseorang berbicara kemudian ia menceritakan ucapan orang lain.

Contoh:
Setelah api telah membakar habis putung rokoknya, ia pun mulai bercerita.
“Aku sangat kesal dengannya. Dia selalu saja mengomel, padahal yang kulakukan hanya kesalahan biasa seperti lupa mengunci pintu, menyalakan TV kemudian tertidur dan sebagainya.”
“’Kenapa kau tidak mati saja,” Katanya. Itu sangat menyakiti hatiku kau tahu dan aku tidak bisa tidur malam harinya. “Kau hanya membebani hidup orang lain.’” 

Perhatikan tanda petiknya. Mungkin beberapa dari kalian sudah terbiasa dan tidak apa-apa mengenainya. Tapi itu cukup membuat saya kebingungan mengenai siapa yang berbicara dan apa sebenarnya yang sedang berlangsung.

Jika kalian tidak keberatan jika harus membaca cerita yang mana tidak dari kumpulan buku aslinya, maka saya anjurkan untuk membeli buku ini dan membacanya. Kalian akan diajak menebak apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang bertanggung jawab atasnya.