Minggu, 25 Mei 2014

Hentikan atau Lanjutkan?

Ada beberapa jenis novel atau buku yang bisa memikat pembaca dan memberikan efek candu untuk terus membalik halaman. Ada juga yang sebaliknya. Karena tak semua buku menyajikan apa yang kita mau.
Dan ketika kita membaca sebuah novel, tapi saat menyadari bahwa ceritanya tak seperti yang kita inginkan, sering kali itu menimbulkan rasa bimbang. Bimbang dalam arti, berhenti pada halaman itu juga atau membalik ke halaman selanjutnya.
Biasanya yang menimbulkan perasaan bimbang tadi adalah ceritanya kurang greget. Mulai dari alurnya yang membingungkan, tokoh-tokoh di dalamnya semuanya datar, konflik yang tak terlalu penting untuk dibahas, dan lain-lain.
Pengalaman saya pribadi. Saya punya novel, sudah lama saya memiliknya. Namun sampai saat ini saya belum menamatkannya. Bukan karena saya tidak punya waktu untuk membacannya. Tidak. Tapi saya merasa cerita di dalam novel tersebut tak sesuai dengan saya.
Novel itu bergenre fantasy, dan kelemahan saya pada genre ini adalah saya merasa tak bisa menerima cerita yang tidak logis, ditambah lagi membayangkan tokoh rekaan--yang biasanya berbeda sekali wujudnya dengan manusia--saya tidak berbakat.
Mungkin saya hanya membaca 2 atau 3 bab pertama, lalu saya tutup.
Sebenarnya itu terjadi tidak sepenuhnya menjadi kesalahan sang penulis yang membuat cerita datar, tapi kita juga. Seringkali, kita tertipu dengan cover buku tersebut. Mungkin ini seperti yang dimaksud dari kalimat, "Don't judge a book by it's cover."
Nah, jika kalian menghadapi masalah seperti itu, apa yang akan kalian lakukan? Berhenti atau lanjut halaman berikutnya?