Senin, 30 Juni 2014

[Review] Ranah 3 Warna

Penulis: Ahmad Fuadi
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2011
Humlah: 469hal
ISBN: 978-979-22-6325-1


Sebelumnya, dalam novel Negeri 5 Menara, kita di perkenalkan dengan 3 mantra sakti yang diajarkan di Pondok Madani. Yakni, Man Jadda Wajada, Man shabara Zhafira, dan Man saara ala darbi washala. Namun dalam negeri 5 menara, menurut saya, hanya menonjolkan cara kerja mantra Man jadda wajada. Saya sempat bertanya, apakah hanya dengan man jadda wajada kita akan mendapatkan yang kita inginkan? Dan pertanyaan itu terjawab setelah saya membaca novel ini.

Novel ini, Ranah 3 Warna, adalah sekuel dari  negeri 5 Menara. Jika salam Negeri 5 Menara lebih menonjolkan satu mantra, Man jadda wajada. Dalam novel ini menjelaskan cara kerja mantra selanjutnya Man shabara zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung.


Alif, sebagai tokoh utama dalam novel ini, mendapatkan berbagai cobaan dalam menjalani hidupnya di Bandung. Awalnya, setelah lulus dari PM, ia ingin melanjutkan ke perguruan tinggi yang selama ini ia impikan. Masuk ke ITB. Akan tetapi, selama mempelajari pelajaran-pelajaran yang akan diujiankan waktu SNMPTN, ia merasa tidak mampu unruk memahaminya hanya dengan wantu 3 bulan saja. Akhirnya Ia melepaskan mimpinya, dan memilih masuk ke Unpad.

Selama di perantauran, ia tinggal bersama sahabatnya yang berasal dari desa yang sama dengannya. Randai namanya. Ia patungan dengannya untuk membayar uang sewa kos. Sampai ia merasa mampu untuk membayar uang kosnya sendiri, dan karena sebuah kejadian yang mengusik persahabatannya sejak kecil itu, ia pindah.

Novel ini menjelaskan cara kerja mantra Man Shabara Zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung. Berkali-kali ia mendapatkan cobaan. Yang jika saya mendapatkan cobaan yang sama beratnya, saya tidak terlalu yakin saya bisa melewatinnya. Ia tetap sabar. Bahkan ketika Ayahnya meninggal ia menyuruh dirinnya sendiri untuk tetap sabar. 

Sampai akhirnya ia menuai hasil sabarnya selama ini, ia sapat mewujudkan impiannya selama si PM dahulu. Pergi ke Amerika. Dengan bantuan progam dari pemerintah, ia dapat belajar di Canada. Bab ini adalah salah satu bab yang paling saya sukai. Itu semakin membuat saya untuk tidak ragu-ragu bermimpi setinggi mungkin, meskipun belum  tahu cara mewujudkannya.

Novel ini juga menceritakan bagaimana Alif ditempa untuk menjadi seorang penulis, yang akhirnya akan menjadi pekerjaan untuk mmebiayai dirinya selama di Bandung, dan juga Amak dan kedua adiknya di kampung. 

Dan jika kamu ingin mengetahui cara kerja mantra Man Shabara Zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung, silakan membaca novel ini. Dan semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Sekian pendangan Ranah 3 Warna dari saya, semoga bermanfaat. Salam.