Sabtu, 26 Juli 2014

[Review] Berani Mengubah

Penulis: Pandji Pragiwaksono
Penerbit: Bentang Pustaka, 2013
Jumlah: xiv+ 198 hlm
ISBN: 978-602-8811-96-5 

Kita sebagai orang Indonesia tentu tak punya alasan untuk tidak mencintai bangsa ini. Meskipun bangsa ini masih banyak yang perlu diperbaiki. Tapi, bukankah kita yang seharusnya memperbaikinnya? Bukan hanya menuntut, tapi juga harus bekerja.


Saya, mungkin kalian juga, sangat mencintai negeri ini. Namun, biasanya kita hanya bisa menuntut, tanpa bekerja. Berbagai macam keluhan muncul dari mulut kita. Pertanyaannya, 'memangnya apa yang sudah kita berikan pada bangsa yang sudah memberikan tanah airnya untuk kita?' Saya tersentak. Kita sibuk mencemooh kerja pemerintah, bertengkar dengan kawan yang tak sependapat, atau mungkin antipati dengan apa yang terjadi pada negeri ini. Saya bingung apa yang seharusnya saya lakukan untuk bangsa ini. Memangnya siapa kita?


Tak peduli siapa kita, kita bisa melakukan perubahan untuk bangsa ini. Caranya? Dalam buku ini ada contoh Aksi Perubahan yang ada di setiap akhir bab. Yang menurut Pandji, walaupun jumlah halamannya yang tak terlalu tebal, kita belum tentu kita bisa menamatkan apa yang ada dalam buku ini dalam waktu lima tahun. Menantang bukan?


Sekilas, buku ini menyerupai buku 'How to..' Banyak anjuran dan ajakan untuk berubah menjadi lebih baik. Bukan hanya merubah diri kita sendiri, tapi juga lingkungan tempat kita berada atau bahkan Indonesia. Yang kita perlukan hanya niat untuk berubah atau mengubah saja.


Dari buku ini saya belajar banyak hal. Politik, hukum, dan ekonomi. Sebelumnya, saya tidak begitu peduli dengan ketiga topik itu. Tapi setelah membaca buku ini, mata saya terbuka. Seharusnya kita, sebagai geneasi penerus bangsa, harus memahami apa yang terjadi pada negeri ini, yaitu dengan mempelajari ketiga topik tersebut.


Seandainya saja, buku pelajaran di sekolah-sekolah cara penyampaiannya seperti buku ini. Mungkin mereka akan lebih senang, karena tidak membosankan, atau setidakmya tidak membenci pelajaran yang menyangkut apa itu indonesia. Mungkin hal ini terpengaruh dari salah satu profesi Pandji yaitu sebagai stand up comedian.


Saat ini, negeri kita mempunyai berbagai masalah yang mungkin tidak pernah selesai. Paradoks. Korupsi merajalela, macet dimana-mana, kemiskinan yang merata, dan lain-lain. Tapi, Pandji telah mengajarkan saya untuk tetap optimis pada apapun yang terjadi. Masih ada harapan untuk menjadi lebih baik.


Negara kita ini sangat luas. Berbagai macam suku, ras, dan budaya campur baur di negeri ini. Seringkali, perbedaan membuat kita terpecah belah. Kita harus bersatu, bukan berjuang satu-satu. Itu kunci menuju perubahan yang lama kita inginkan.


Ibarat kapal, Indonesia adalah sebuah kapal yang sangat besar. Yang jika ingin putar arah menuju yang lebih baik, tak bisa langsung putar. Ia membutuhkan waktu, proses. Dan kita sekarang sedang menuju arah itu, dengan nahkoda yang baru. Oleh karena itu, perubahan yang sedang terjadi saat ini, hasilnya tak bisa langsung kita nikmati. Biar anak cucu kita nanti yang merasakannya.


Lewat buku ini juga, kita akan lebih tahu apa itu Indonesia yang sebenarnya. Apa saja yang terjadi pada masa lalu. Terutama kerusuhan tahun 1998, era kepemimpinan Soeharto. Yang jangan sampai terulang kembali.


Mari bersatu mengubah bangsa ini!