Sabtu, 03 Desember 2016

[Review Buku] Hercule Poirot And The Greenshore Folly





Judul : Hercule Poirot And The Greenshore Folly

Penulis : Agatha Christie

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 168 Halaman

ISBN : 978-602-03-2897-3

Nilai: 3/5

Cerita misteri selalu menarik untuk diikuti, namun sebelumnya sang penulis harus menyiapkan amunisi yang menarik supaya para pembaca meneruskan hingga halaman terakhir. Dan, saya bisa mengatakan kalau buku ini memiliki setiap aspek yang seharusnya cerita misteri miliki. Setiap aspek-aspek tersebut memandu kita menuju kejutan yang ada di penghujung cerita, kejutan yang sangat sulit ditebak. Karena, sebagaimana cerita misteri lainnya, penulis pasti membiarkan para pembaca menyusun kepingan puzzle dan menebak-nebak siapa penjahat sebenarnya, hanya saja jika cerita itu benar-benar menakjubkan, pembaca takkan sanggup menunjukkan siapa yang berbuat apa.


Ada sesuatu yang cukup unik dari buku detektif ini. Jika biasanya tiba-tiba kita langsung disuguhi mayat di awal cerita. Buku ini tidak. Semua berawal dari perasaan tidak enak seorang penulis cerita misteri bernama Mrs. Oliver yang merasa akan benar-benar ada pembunuhan  di sebuah pesta atau Fete. Dan sebagai detektif dan juga teman yang baik, Hercule Poirot pun bersedia membantu dan memastikan semuanya berjalanan aman.

Kita diajak menyusuri tempat dimana pesta itu akan diselenggarakan kemudian memperkenalkan siapa saja yang turut ambil bagian dalam acara tersebut, sekaligus kita diajak menduga-duga siapa yang akan jadi korban dan siapa pembunuhnya.

Sungguh ide yang sangat menarik!

Saya sendiri punya sedikit masalah mengenai setting waktu peristiwa itu. Karena tidak dijelaskan secara gambling kapan itu terjadi. Tapi saya mendapat beberapa detil, seperti ketika Poirot berkata, “Aku tidak suka naik pesawat terbang. Membuatku mual.” Di halaman 31 dan setelah membaca sedikit penjelasan di sampul belakang buku, “Setelah 60 tahun, barullah novela ini akhirnya diterbitkan.” Yang mana sekitar tahun 1956. Jadi saya memperkirakan sendiri latar waktu cerita ini dan memutuskan untuk memilih sekitar 1950-1956. Atau mungkin saya melewatkan detil waktu ketika membacanya?

Jika ingin membaca cerita misteri yang cukup ringan dan merangsang kita untuk ambil bagian dalam menentukan siapa pelakunya, saya anjurkan untuk membaca buku ini. Dan saya berani bertaruh sampeyan akan terkejut ketika mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.