Rabu, 28 Desember 2016

[Review Buku] Juru Bicara




Judul: Juru Bicara
Penulis : Pandji Pragiwaksono
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal :182 halaman
ISBN : 978-602-291-281-1

Saya selalu punya prinsip: mencoba memahami sebelum membenci. Setelah saya pahami, tebak apa yang terjadi? Saya tidak lagi membenci.”

Kita semua pernah resah tentang apa yang terjadi di sekeliling kita, politik, uang, kehormatan dan lain-lain, menganggap semuanya tidak berjalan semestinya dan kita selalu menginginkan dan menuntut suatu perubahan. Suatu yang membuatnya lebih baik. Akan tetapi, harapan itu hanya berkutat dalam pikiran kita saja. Kita tahu mana yang salah, tapi merasa takut untuk mengungkap dan membenarkannya. Dan di buku inilah Pandji bertindak sebagai juru bicara.


Banyak hal-hal sensitif, yang banyak orang hindari untuk menghindari kerusuhan, tapi dalam buku ini ia berani sampaikan dengan jujur dan ringan, tanpa membuat pusing kepala kita. Kenapa ia begitu berani? Karena ia punya fakta dan rentetan bukti yang kuat untuk mendukung argumennya.

Pandji membicarakan politik, perilaku sosial, agama, pendidikan, tentang berkarya, stand-up comedy dan beberapa pengalaman remeh temeh yang ternyata mengandung pesan untuk kita. Seperti gado-gado, semuanya lengkap tersaji dalam satu buku. Dan dikemas dengan santai dan menyentil di beberapa tempat.
Meskipun rasanya ia sudah berkali-kali membahas tema-tema yang serupa, rasanya selalu ada yang baru. Selalu ada yang bisa dipetik dan kita pahami. 

Satu hal yang bisa saya pastikan, bahwa sebenarnya yang ingin ia sampaikan adalah mengajak kita untuk berpikir dan belajar. Dan tutup mata mengenai hal buruk yang terjadi di sekeliling kita adalah tindakan yang salah. Kita harus berubah. Kita harus bersuara.


“Saya takut disebut bodoh kalau saya mencoba sesuatu, dan hasilnya salah atau gagal.”


Meskipun begitu, saya merasa ada beberapa yang tidak terlalu penting dalam buku ini. Saya tahu kalau buku ini adalah himpunan tulisan pilihan dari blognya, yang mana seperti catatan hariannya. Jadi, ya jangan terkejut ketika membaca buku ini kalian akan menjumpai ungkapan-ungkapan yang cukup lebay dan membuat sampeyan berpikir, “Apaan sih..”

Itu pendapat saya dan bisa jadi berbeda dengan punya sampeyan.

It’s worth to read, guys.